Catatan dari Ceramah Bill Gates

Secara umum, acara Presidential Lecture Featuring Bill Gates yang digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, tadi pagi, berlangsung sukses. (Saya sendiri sempat melakukan liveblogging menggunakan layanan Kronologger langsung dari Plenary Hall dan foto-foto bisa dilihat di http://flickr.com/photos/budip).

Saya tidak akan membahas materi yang disampaikan Bos Microsoft tersebut maupun pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di sini. Namun saya punya sedikit catatan mengenai hal yang agak mengusik saya selama mengikuti acara tersebut.

  • Tidak Boleh Memotret? Pada saat membuka acara ini, M.C sempat mengumumkan larangan memotret saat acara ini berlangsung. Saya kira ini adalah pengumuman yang tak perlu. Hanya memunculkan suasana yang tidak nyaman saja, sebab tetap saja hadirin jepret sana jepret sini. Lagian ini adalah acara “kuliah teknologi”, bukan pertemuan bilateral yang sifatnya konfidensial.
  • Sinyal Ponsel Diacak! Selama beberapa kali di sepanjang acara ini berlangsung, sinyal telepon seluler, khususnya data, tiba-tiba diacak– lalu menghilang. Kebetulan saya menggunakan dua buah layanan seluler, yakni XL dan Indosat, keduanya bernasib sama ketika diacak: blank spot. Pengacakannya sih tidak lama, paling sekitar sepuluh menit, tetapi berulang kali. Entah ide siapa, saya kira ini adalah kebijakan yang norak. Seorang hadirin bule menggerutu karena tidak bisa mengirim email dari ponselnya. Saya juga sempat jengkel karena saat sedang melakukan liveblogging di sepanjang acara tersebut.

Yang Ingin Saya Dengar dari Bill Gates

Kalau tidak ada aral melintang, Kamis besok dan Jumat, bos Microsoft Corporation Bill Gates akan berada di Indonesia.

Yang menarik, pemerintah Indonesia punya agenda dan niat yang unik terhadap Bill Gates: ingin membicarakan soal vaksin flu burung hingga mempromosikan Visit Indonesia Year 2008 dengan salah seorang tokoh paling kaya di dunia itu.

Saya sendiri, mungkin teman-teman yang lain juga, justru ingin mendengarkan beberapa hal yang lebih kongkret dan relevan dengan keberadaan beliau:

  • Berapa uang yang akan diinvestasikannya untuk proyek-proyek digital di Indonesia?
  • Bagaimana konsepnya dalam membangun dunia digital di Indonesia? Bisakah Indonesia menjadi the next Asian miracle?
  • Bagaimana strategi dan pendekatan Microsoft dalam melawan pembajakan peranti lunak di Indonesia?
  • Mungkinkah yayasan miliknya, bersedia mendukung kegiatan open source di Indonesia? :-)

Dan, the last but not least, selamat datang di Indonesia, Oom Bill!