Ngeblog di Kompasiana

Oh ya, sejak akhir bulan lalu, saya diundang ngeblog di blognya Kompas, Kompasiana.  Rencananya, sebagian besar posting saya di sini lebih banyak difokuskan soal blog dan media sosial lainnya.

Posting terbaru saya di Kompasiana:

Media Arus Utama versus Blog?

Ini adalah pertanyaan yang keliru, sehingga akan menghasilkan jawaban yang keliru juga. Bagaimana mungkin memposisikan dua hal yang sesungguhnya tak perlu dipertentangkan?

Baca lebih lanjut

US$ 10 Juta dari Google. Mau?

Beginilah kalau raksasa Internet seperti Google mau berulang-tahun. Menyambut ulang tahunnya yang ke 10, Google bagi-bagi uang sebesar US$ 10 juta bagi siapa saja yang mempunyai ide brilian. 100 semifinalis akan diumumkan 27 Januari 2009. Setelah pemenang favorit dipilih oleh online voter, kemudian lima pemenang yang diumumkan pertengahan Februari 2009 akan menggondol total hadiah sebesar US$ 10 juta.

Kompetisi terbuka ini disebut dengan Project 10 to the 100 — di mana ide-ide brilian dibutuhkan untuk rantai kebaikan demi menyelamatkan dunia dalam berbagai aspek.

Aspek tersebut termasuk Community, Opportunity, Energy, Environment, Health, Education, Shelter dan Everything Else. Kontestan diminta untuk menuangkan ide yang berhubungan dengan aspek-aspek tersebut seperti misalnya, untuk kategori Environment, peserta diminta idenya tentang bagaimana cara mempromosikan dunia agar lebih bersih dan membuat ekosistem global lebih stabil.

Yang akan dinilai dari ide tersebut adalah kedalaman ide, kemungkinan implementasi, efesien atau tidak dan berapa orang yang akan mengalami perubahan dengan ide yang dituangkan.

Sumber

Jika Anda Mencintai Jakarta…

Ada banyak cara mengungkapkan rasa cinta kepada sebuah kota. Kolega saya, Eko Punto Pambudi, punya cara unik mengekspresikan kecintaannya untuk Jakarta: desainer di Koran Tempo ini menciptakan sebuah logo, mencetaknya di atas kaos dan menawarkannya kepada para pecinta Jakarta.

Menurut Eko, ide ini terinspirasi dari Milton Glaser yang menciptakan logo I heart NY pada 1976:

…dia tidak menyadari bahwa sesungguhnya dia sedang menciptakan sejarah. I heart NY dibuat dalam rangka kampanye untuk mempromosikan pariwisata Kota New York. Logo yang sangat simpel itu menjadi terkenal karena kemudian pemerintah New York mencetaknya di kaus dan berbagai merchandise lain sebagai suvenir. Para pelancong yang datang merasa belum ke New York jika tidak membawa buah tangan berupa kaus putih sederhana tersebut. Dan I heart NY akhirnya menjadi salah satu ikon kota itu selama beberapa dekade, sampai saat ini.

Berangkat dari cerita itu saya berinisiatif untuk membuat sesuatu yang khas untuk ibukota kita tercinta, Jakarta. Mungkin tidak semuluk cita-cita para pejabat New York lebih dari 30 tahun silam, yaitu memajukan pariwisata kotanya. Tapi setidaknya ini bisa membuat Jakarta memiliki ikon baru.

Bravo, mas Eko!

Catatan dari Ceramah Bill Gates

Secara umum, acara Presidential Lecture Featuring Bill Gates yang digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, tadi pagi, berlangsung sukses. (Saya sendiri sempat melakukan liveblogging menggunakan layanan Kronologger langsung dari Plenary Hall dan foto-foto bisa dilihat di http://flickr.com/photos/budip).

Saya tidak akan membahas materi yang disampaikan Bos Microsoft tersebut maupun pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di sini. Namun saya punya sedikit catatan mengenai hal yang agak mengusik saya selama mengikuti acara tersebut.

  • Tidak Boleh Memotret? Pada saat membuka acara ini, M.C sempat mengumumkan larangan memotret saat acara ini berlangsung. Saya kira ini adalah pengumuman yang tak perlu. Hanya memunculkan suasana yang tidak nyaman saja, sebab tetap saja hadirin jepret sana jepret sini. Lagian ini adalah acara “kuliah teknologi”, bukan pertemuan bilateral yang sifatnya konfidensial.
  • Sinyal Ponsel Diacak! Selama beberapa kali di sepanjang acara ini berlangsung, sinyal telepon seluler, khususnya data, tiba-tiba diacak– lalu menghilang. Kebetulan saya menggunakan dua buah layanan seluler, yakni XL dan Indosat, keduanya bernasib sama ketika diacak: blank spot. Pengacakannya sih tidak lama, paling sekitar sepuluh menit, tetapi berulang kali. Entah ide siapa, saya kira ini adalah kebijakan yang norak. Seorang hadirin bule menggerutu karena tidak bisa mengirim email dari ponselnya. Saya juga sempat jengkel karena saat sedang melakukan liveblogging di sepanjang acara tersebut.

Mungkinkah Muncul Obama di Indonesia?

Ini yang selalu saya rindukan: tiba-tiba muncul seorang figur baru, muda, unik dan beda, yang kemudian bikin geger Pemilu Indonesia 2009. Ya, katakanlah, seperti fenomena Barack Obama di kancah politik Amerika — seorang figur yang kurang dikenal, tiba-tiba muncul dan menjulang.

Masalahnya, bisakah sistem politik di Indonesia mewadahi fenomena seperti ini?

Saya kira banyak tokoh-tokoh muda di negeri ini yang brilian dan visioner, tapi apakah mereka akan langsung diterima oleh sistem politik yang berlaku sekarang?

Apakah tokoh-tokoh partai politik akan rela memberikan kesempatan emas ini kepada bintang-bintang baru ini?

Haruskah kita menyaksikan hanya tokoh-tokoh lama yang akan bertarung di pemilu tahun depan?

Meski saya tidak terlalu yakin, tetapi saya tetap berharap hal itu akan terjadi. Bagaimana dengan Anda?

SBY akan Mencalonkan Diri Lagi?

Ada yang mengusik saya ketika membaca berita seputar rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BMM). Tempo Interaktif hari ini menurunkan berita berjudul: “Presiden: Saya Berdosa, Jika Naikkan Harga BBM Setelah Pemilu“.

Terutama kutipan berikut ini:

Presiden mengaku setelah pemerintah memutuskan akan menaikkan harga BBM awal minggu ini, ia banyak menerima pesan pendek dari masyarakat. Ragam isi pesan pendek itu macam-macam. “Ratusan kadang ribuan sms masuk, yang kami ketahui, apa yang menjadi aspirasi pikiran feedback dari rakyat kita,” katanya.

Beberapa dari pesan pendek itu, kata Presiden, meminta agar kebijakan menaikkan harga BBM sebaiknya diputuskan setelah Pemilihan Presiden 2009 selesai. Ia mengatakan, jika itu yang menjadi pertimbangan. “Salah, berdosa saya. berarti hanya memikirkan diri sendiri,” katanya. (Catatan: Penekanan/huruf tebal dari saya).

Lho, berarti, memang mau mencalonkan diri lagi ya, Pak? Saya kira inilah pernyataan implisit pertama Presiden SBY untuk maju lagi di Pemilu 2009. Bahkan, sudah sangat eksplisit…

Yang Ingin Saya Dengar dari Bill Gates

Kalau tidak ada aral melintang, Kamis besok dan Jumat, bos Microsoft Corporation Bill Gates akan berada di Indonesia.

Yang menarik, pemerintah Indonesia punya agenda dan niat yang unik terhadap Bill Gates: ingin membicarakan soal vaksin flu burung hingga mempromosikan Visit Indonesia Year 2008 dengan salah seorang tokoh paling kaya di dunia itu.

Saya sendiri, mungkin teman-teman yang lain juga, justru ingin mendengarkan beberapa hal yang lebih kongkret dan relevan dengan keberadaan beliau:

  • Berapa uang yang akan diinvestasikannya untuk proyek-proyek digital di Indonesia?
  • Bagaimana konsepnya dalam membangun dunia digital di Indonesia? Bisakah Indonesia menjadi the next Asian miracle?
  • Bagaimana strategi dan pendekatan Microsoft dalam melawan pembajakan peranti lunak di Indonesia?
  • Mungkinkah yayasan miliknya, bersedia mendukung kegiatan open source di Indonesia? :-)

Dan, the last but not least, selamat datang di Indonesia, Oom Bill!

Selamat Datang di Journal!

Seperti terlihat dari domainnya, blog ini menggunakan sub-domain budiputra.com: journal.budiputra.com.

Blog ini memang khusus saya tujukan untuk mewadahi catatan-catatan saya tentang Indonesia (maupun fenomena-fenomena lain yang terjadi di dunia). Tak selalu berkaitan dengan teknologi ataupun media baru seperti Internet, tetapi lebih merupakan dokumentasi-dokumentasi saya tentang apa saja di bumi nusantara yang saya amati dan rasakan.

Kalau lagi mood, boleh jadi saya akan menulis tentang pokok-pokok terkait dengan politik atau bisnis di negeri tercinta ini. Soal gosip selebritis? Hmm, mengapa tidak? Hihihihi…

Pasalnya, di blog BudiPutra.com, yang kebetulan menggunakan Bahasa Inggris, lebih saya pumpunkan menulis fenomena-fenomena global mengenai media-media baru seputar blog, social networking, social news dan sejenisnya. Agak aneh ketika tiba-tiba saya harus menyelipkan posting-posting tentang Indonesia di situ.

Akhirnya, topik-topik Indonesia, yang akhir-akhirnya ini semakin seru dan saru, saya alihkan ke sebuah blog baru, yakni blog yang sedang Anda baca ini.

Semua ini saya niatkan agar saya bisa dengan leluasa mendiskusikan berbagai fenomena tentang Indonesia kita ini dengan Anda semua.

Selamat membaca dan berdiskusi.