
Secara umum, acara Presidential Lecture Featuring Bill Gates yang digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, tadi pagi, berlangsung sukses. (Saya sendiri sempat melakukan liveblogging menggunakan layanan Kronologger langsung dari Plenary Hall dan foto-foto bisa dilihat di http://flickr.com/photos/budip).
Saya tidak akan membahas materi yang disampaikan Bos Microsoft tersebut maupun pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di sini. Namun saya punya sedikit catatan mengenai hal yang agak mengusik saya selama mengikuti acara tersebut.
- Tidak Boleh Memotret? Pada saat membuka acara ini, M.C sempat mengumumkan larangan memotret saat acara ini berlangsung. Saya kira ini adalah pengumuman yang tak perlu. Hanya memunculkan suasana yang tidak nyaman saja, sebab tetap saja hadirin jepret sana jepret sini. Lagian ini adalah acara “kuliah teknologi”, bukan pertemuan bilateral yang sifatnya konfidensial.
- Sinyal Ponsel Diacak! Selama beberapa kali di sepanjang acara ini berlangsung, sinyal telepon seluler, khususnya data, tiba-tiba diacak– lalu menghilang. Kebetulan saya menggunakan dua buah layanan seluler, yakni XL dan Indosat, keduanya bernasib sama ketika diacak: blank spot. Pengacakannya sih tidak lama, paling sekitar sepuluh menit, tetapi berulang kali. Entah ide siapa, saya kira ini adalah kebijakan yang norak. Seorang hadirin bule menggerutu karena tidak bisa mengirim email dari ponselnya. Saya juga sempat jengkel karena saat sedang melakukan liveblogging di sepanjang acara tersebut.
Ini yang selalu saya rindukan: tiba-tiba muncul seorang figur baru, muda, unik dan beda, yang kemudian bikin geger Pemilu Indonesia 2009. Ya, katakanlah, seperti fenomena Barack Obama di kancah politik Amerika — seorang figur yang kurang dikenal, tiba-tiba muncul dan menjulang.
Masalahnya, bisakah sistem politik di Indonesia mewadahi fenomena seperti ini?
Saya kira banyak tokoh-tokoh muda di negeri ini yang brilian dan visioner, tapi apakah mereka akan langsung diterima oleh sistem politik yang berlaku sekarang?
Apakah tokoh-tokoh partai politik akan rela memberikan kesempatan emas ini kepada bintang-bintang baru ini?
Haruskah kita menyaksikan hanya tokoh-tokoh lama yang akan bertarung di pemilu tahun depan?
Meski saya tidak terlalu yakin, tetapi saya tetap berharap hal itu akan terjadi. Bagaimana dengan Anda?
Ada yang mengusik saya ketika membaca berita seputar rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BMM). Tempo Interaktif hari ini menurunkan berita berjudul: “Presiden: Saya Berdosa, Jika Naikkan Harga BBM Setelah Pemilu“.
Terutama kutipan berikut ini:
Presiden mengaku setelah pemerintah memutuskan akan menaikkan harga BBM awal minggu ini, ia banyak menerima pesan pendek dari masyarakat. Ragam isi pesan pendek itu macam-macam. “Ratusan kadang ribuan sms masuk, yang kami ketahui, apa yang menjadi aspirasi pikiran feedback dari rakyat kita,” katanya.
Beberapa dari pesan pendek itu, kata Presiden, meminta agar kebijakan menaikkan harga BBM sebaiknya diputuskan setelah Pemilihan Presiden 2009 selesai. Ia mengatakan, jika itu yang menjadi pertimbangan. “Salah, berdosa saya. berarti hanya memikirkan diri sendiri,” katanya. (Catatan: Penekanan/huruf tebal dari saya).
Lho, berarti, memang mau mencalonkan diri lagi ya, Pak? Saya kira inilah pernyataan implisit pertama Presiden SBY untuk maju lagi di Pemilu 2009. Bahkan, sudah sangat eksplisit…
Kalau tidak ada aral melintang, Kamis besok dan Jumat, bos Microsoft Corporation Bill Gates akan berada di Indonesia.
Yang menarik, pemerintah Indonesia punya agenda dan niat yang unik terhadap Bill Gates: ingin membicarakan soal vaksin flu burung hingga mempromosikan Visit Indonesia Year 2008 dengan salah seorang tokoh paling kaya di dunia itu.
Saya sendiri, mungkin teman-teman yang lain juga, justru ingin mendengarkan beberapa hal yang lebih kongkret dan relevan dengan keberadaan beliau:
- Berapa uang yang akan diinvestasikannya untuk proyek-proyek digital di Indonesia?
- Bagaimana konsepnya dalam membangun dunia digital di Indonesia? Bisakah Indonesia menjadi the next Asian miracle?
- Bagaimana strategi dan pendekatan Microsoft dalam melawan pembajakan peranti lunak di Indonesia?
- Mungkinkah yayasan miliknya, bersedia mendukung kegiatan open source di Indonesia?
Dan, the last but not least, selamat datang di Indonesia, Oom Bill!
Seperti terlihat dari domainnya, blog ini menggunakan sub-domain budiputra.com: journal.budiputra.com.
Blog ini memang khusus saya tujukan untuk mewadahi catatan-catatan saya tentang Indonesia. Tak selalu berkaitan dengan teknologi ataupun media baru seperti Internet, tetapi lebih merupakan dokumentasi-dokumentasi saya tentang apa saja di bumi nusantara yang saya amati dan rasakan.
Kalau lagi mood, boleh jadi saya akan menulis tentang pokok-pokok terkait dengan politik atau bisnis di negeri tercinta ini. Soal gosip selebritis? Hmm, mengapa tidak? Hihihihi…
Pasalnya, di blog BudiPutra.com, yang kebetulan menggunakan Bahasa Inggris, lebih saya pumpunkan menulis fenomena-fenomena global mengenai media-media baru seputar blog, social networking, social news dan sejenisnya. Agak aneh ketika tiba-tiba saya harus menyelipkan posting-posting tentang Indonesia di situ.
Akhirnya, topik-topik Indonesia, yang akhir-akhirnya ini semakin seru dan saru, saya alihkan ke sebuah blog baru, yakni blog yang sedang Anda baca ini.
Semua ini saya niatkan agar saya bisa dengan leluasa mendiskusikan berbagai fenomena tentang Indonesia kita ini dengan Anda semua.
Selamat membaca dan berdiskusi.